Bandara Soeta sore itu. Dari kejauhan, wajahnya mulai samar
terlihat di antara gelombang kepala manusia lain yang berdesak-desakan. Aku
tahu dia bisa lupa wajahku. Kami lama tak bertemu. Namun hari itu, dengan hati ragu,
kupaksakan raga bisa menyapanya sembari berharap, sambutan ceriannya memanggil
namaku.
Uban dan Alasan Menulis
Bukan Superhero, Hanya Ayah
![]() |
| Bokap 1993 |
Saya dan Mimosa Café
Waktu itu pertengahan tahun 2012, saya begitu bersemangatnya
menggarap usaha kecil, sebuah warung kopi (kafe) di halaman rumah. Senang
rasanya bisa punya usaha sendiri sekaligus bisa membuktikan bahwa saya berbakat jadi
kuli bangunan. Betapa tidak, hampir sekira 50 persen bangunan kafe merupakan buah
karya jari-jari lentik saya (hehehe). Hampir 2 bulan proses pengerjaan, terbilang
lama untuk sebuah kafe sederhana berbahan kayu di atas lahan seluas 4x6
meter.
Lupa Alamat Email
Wasiat Terakhir
Sore-sore gini, tepatnya saat gue baru bangun "pagi" (Waktu
istirahat jam 5 pagi-jam 3 sore), biasanya kerjaan masih nol. E-mail masih
kosong belum ada yang masuk buat diedit (berita). Nge-browsing2 bingung gak
tau mo liat apa, nonton yutup sama aja. Facebook? Yah itu-itu juga.
Langganan:
Postingan (Atom)



